OPTIMALISASI MEDIA RADIO PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang

Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat emmpengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan- perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun social agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk social. Bagi sebagian orang membaca buku merupakan hal yang membosankan. Banyak orang yang mencari cara belajar tanpa harus sering membuka buku. makanya munculah banyak cara atau metode belajar yang asyik. salah satunya dengan mendengarkan radio. sekarang radio menjadi salah satu metode belajar. selain televisi. terbukti beberapa sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas mencoba memakai metode ini.Media radio adalah salah satu media yang dapat meningkatkan mutu belajar mengajar dikelas amaupun di luar kelas.
Indonesia memiliki banyak penduduk dan kaya akan kekayaan alam, namun dalam segi pendidikan Indonesia cenderung kekurangan dibanding dengan Negara lain. Permasalahan pendidikan nasional meliputi kesempatan memperoleh pendidikan yang belum merata, kualitas relevansi pendidikan yang masih rendah, serta lemahnya manajemen pendidikan. Dengan potensi radio yang dapat menjangkau kalangan dan daerah manapun, radio sanagt cocok untuk dijadikan media daalm pendidikan. Baik pendidikan formal maupun non formal.



BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Radio Pendidikan dan Penyiaran Radio
Radio pendidikan adalah media yang menyampaiakn pesan- pesan pembelajaran melalui CD Audio atau disiarkan melalui station pemancar radio (Sri Wahyuni:2008). Media radio dalam pembelajaran berperan sebagai media yang dapat membantu menyelesaikan masalah dalam pendidikan. Ada berbagai macam gaya belajar diantaranya; auditif, visual, dan kinstetik. Media audio sangat bagus untuk melayani siswa yang memiliki gaya belajar audio. Berdasarkan potensinya, radio sangat tepat untuk media dikalangan apapun dan di daerah manapun. Hal ini dibuktikan (a. Darmanto:2008) dari 63.000 desa, 40% belum teraliri listrik sehingga akses untuk menonton televise (menerima surat kabar) sanagt kecil. Media radiolah yang tepat untuk daerah seperti itu. Radio dapat pula dijangkau oleh berbagai alangan ekonomi.
Penyiaran radio adalah media komunikasi massa dengar, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara secar umum dan terbuka, berupa program yang teratur dan berkesinambungan . Pengertian penyiaran radio menurut Undang- undang No.32/2002:
Penyiaran radio adalah media komunikasi massa dengar, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara secar umum dan terbuka, berupa program yang teratur dan berkesinambungan
Komponen- komponen dalam pengembangan media radio
Tahap- tahap pengembangan Media pembelajaran:
Adapun tahap- tahap dalam pengembangan radio, diantaranya adalah:
- Analysis
- Analisis Kurikulum
Pemetaan materi dalam kurikulum menurut karakteristik keefektifan kompetensi belajar dalam penyampaiannya (auditif, visual, audiovisual, praktik, dan lain- lain).
- Analisis kebutuhan
Pengumpulan data teoritik dan empirik tentan program dan media pembelajaran yang dibutuhkan.
Desain

– Pengkajian dan perencanaan model format sajian program.
- Penyusunan GBIM dan jabaran materi program.
Development

– Penulisan naskah dan penunjang lainnya.
- Script conference.
Implementation

– Produksi prototype program.
- Preview prototype program.
Evaluation
Revisi prototype program.

Aspek- aspek yang perlu dirumuskan dalam perintisan radio:
ü Segment
ü Content
ü Alasan
ü Subtitusi/komplementer
ü Bentuk kelembagaan
ü Proses pengelolaan
Siaran- siaran radio pendidikan diarahkan bagi usaha- usaha:
ü Perombakan atau perkembangan dalam suatu bidang.
ü Siaran yang ditujukan ke sekolah atau suatu kelas dari sekolah sebagai tindakan pengarahan atau pengayaan pada suatu bidang studi pada suatu tingkatan sekolah.
ü Kgiatan yang merupakan kegiatan pendidikan formal yang bertindak sebagi perluasan suatu sekolah atau tingkat persekolahan.
ü Kegiatn yang merupakan kegiatan pendidikan non- formal (ko- kurikuler), misalnya untuk pendidikan kepramukaan, taruna karya dan sebagainya diluar persekolahan.

Dalam penyiaran radio terdapat simulasi siaran radio, dalam kegiatan ini akan memungkainkan siswa menemukan sendiri nilai- nilai yang baik dalam pengalaman merencanakan suatu drama, menulis dan membaca skrip yang baik atau cara menampilkan dan memilih musik dan sound effect yang tepat, memproduksi sound effect yang baik bagi keperluan drama dan lain sebagainya.
Adapun cara untuk meningkatkan media audio/ radio pembelajaran, diantaranya adalah:
ü Kunci keberhasilan media pembelajaran, baik melalaui audio/radio, televisi ada diahli teknologi pembelajaran.
ü Bidang teknologi epmbelajaran merupakan bidang multidisiplin ilmu (komunkasi massa-broadcasting, psikologi, teknologi informasi, dsb).
ü Ahli teknologi pembelajaran akan berhasil jika mampu bersinergi baik dengan berbagai ahli.
ü Ciptakan/temukan berbagai model-model pembelajaran baru sehingga dapat dimanfaatkan peserta didik/ masyarakat pendidikan denagn mudah.
Salah satu contoh dari banyak radio yang sudah diterapkan di sekolah- sekolah adalah di SD Negeri Sempu Kecamatan Limpung Kabupaten Batang denagn gelombang 95,2 meter, SD tersebut melibatkan guru sekolah dalam pembelajaran, guru dilibatkan dalam mengisi acara sendiri dan acara tersebut disiarkan secara langsung. acar tersebut disiarkan pada pukul19 s.d 20, dan bisa didengar oleh siswa dan orangtua di desa itu . Kepala SDN Sempu, Bapak Setiarso, pada tahap awal, siaran radio yang baru menjangkau radius 5 km ini, dimaksudkan sebagai langkah inovatif yang dilakukan sekolah dalam upaya meningkatkan mutu dan kreativitas siswa. Kendati siaran ini belum secara periodik mengudara setiap malam, namun secara bertahap programnya akan diperbaiki dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran siswa.



BAB III
PENUTUP


Media audio/radio pendidikan adalah suatu media yang menyampaikan pesan- pesan pembelajaran melalui CD Audio atau disiarkan melalui station pemancar radio. Media audio sangat efektif untuk dijadikan media dalam pembelajaran. Media audio memiliki banyak kelebihan, diantaranya dapat dijangkau oleh berbagai kalangan dan berbagai wilayah.
Siaran- siaran radio pendidikan diarahkan bagi usaha- usaha untuk perombakan atau perkembangan dalam suatu bidang, siaran yang ditujukan ke sekolah atau suatu kelas dari sekolah sebagai tindakan pengarahan atau pengayaan pada suatu bidang studi pada suatu tingkatan sekolah, kegiatan yang merupakan kegiatan pendidikan formal yang bertindak sebagi perluasan suatu sekolah atau tingkat persekolahan dan kegiatan yang merupakan kegiatan pendidikan non- formal (ko- kurikuler), misalnya untuk pendidikan kepramukaan, taruna karya dan sebagainya diluar persekolahan.

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Architecture. Powered by Blogger